Pedoman Dasar Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri Denpasar

PEDOMAN DASAR

KARANG TARUNA SATYA MAHARDIKA KELURAHAN DAUH PURI

 

MUKADIMAH

 

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa dan karena karunia-Nya jualah, para remaja dan pemuda Kelurahan Dauh Puri dapat mewujudkan keinginan dan harapannya untuk berhimpun dalam suatu wadah organisasi sosial kepemudaan yang independen dan mandiri.

Generasi muda adalah komponen terbesar dalam komposisi penduduk di Indonesia umumnya dan khususnya di Kelurahan Dauh Puri. Keberadaannya dapat mengisi ruang-ruang penting dalam setiap aspek hidup dan kehidupan. Hal ini karena dalam usianya yang potensial, remaja dan pemuda adalah manusia produktif yang menggerakkan pembangunan sekaligus menjadi ‘’bahan bakar‘’ pertumbuhan bangsa hingga kemampuannya mempelopori dan menentukan kemajuan bangsa menuju cita-cita kesejahteraan bersama yang diharapkan. Potensi produktifnya juga sarat muatan negatif karena mereka justru dapat menjadi sumber terbesar dari berbagai permasalahan bangsa, terutama permasalahan sosial.

Organisasi kepemudaan sejak zaman kolonial hingga kini, dibentuk dan dikembangkan utnuk tujuan menjawab segala agenda permasalahan bangsa, termasuk permasalahan sosial yang setiap waktu cenderung mengalami perubahan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Namun sejak lama pembentukan organisasi kepemudaan cenderung selalu berorientasi pada upaya politisasi massa. Padahal sejak dahulu kita mulai mebutuhkan wadah generasi muda yang peduli terhadap upaya-upaya penanganan permasalahan sosial, tidak hanya secara lokal tetapi juga nasional.

Kebutuhan akan kehadiran organisasi sosial kepemudaan menjadi sangat mendesak dan berarti manakala kita tahu bahwa sumber terbesar permasalahan sosial adalah para remaja dan umumnya generasi muda, yang sekaligus memiliki potensi besar untuk menyelesaikannya. Misi yang diemban dalam pembentukan organisasi sosial kepemudaan bukan hanya sekedar membantu penyelesaian permasalahan sosial tetapi juga meningkatkan taraf kesejahteraan sosial masyarakat, seperti yang diamanatkan oleh Pembukaan UUD 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum.

Pencapaian tujuan nasional dewasa ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah tapi juga seluruh komponen bangsa. Demikian pula dalam penaganan permasalahan sosial semakin kompleks. Pembagian peran-peran strategis diantara komponen masyarakat adalah prasyarat tercapainya penyelesaian agenda peramasalahan sosial secara lebih universal, terpadu dan terarah. Karena itu organisasi sosial kepemudaan perlu dibentuk dengan legitimasi fungsional dari pemerintah dan legitimasi institusional dari masyarakat, yang mengambil peran penting untuk mengakomodir permasalahan sosial terutama di kalangan generasi muda.

Kesadaran para remaja dan pemuda untuk berhimpun dalam organisasi sosial menjadi cermin optimisme tercapainya kesejahteraan masyarakat yang lebih memadai. Dan menjadi tanda kebangkitan suatu bangsa ini secara aklamatif dan mufakat merapatkan barisan dan memperteguh tekad dalam tujuan mulia bersama.

 BAB I

NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN

Pasal 1

Organisasi ini bernama Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri

Pasal 2

Karang Taruna Satya Mahardika didirikan di Kelurahan Dauh Puri pada 14 Februari 1990 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3

Karang Taruna Satya Mahardika berkedudukan di wilayah Kelurahan Dauh Puri Kecamatan Denpasar Barat Kota Denpasar Propinsi Bali.

 BAB II

PENGERTIAN

Pasal 4

Karang Taruna Satya Mahardika adalah wadah pengembangan generasi muda non-partisan yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat sampai ke Tingkat Nasional, bergerak terutama di bidang Kesejahteraan Sosial (Kessos).

 BAB III

ASAS DAN TUJUAN

Pasal 5

Karang Taruna Satya Mahardika berasaskan Pancasila sebagai landasan idiologis, UUD 1945 sebagai landasan hukum, dan Keputusan Temu Karya sebagai landasan operasionalnya.

Pasal 6

Karang Taruna Satya Mahardika bertujuan untuk:

  1. Mewadahi setiap remaja dan pemuda yang peduli dalam penanganan permasalahan sosial, serta meningkatkan penggalangan kerjasama antar sesama generasi muda dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan Kessos bagi generasi muda dan menyiapkan kader yang beriman, bermoral, kreatif, mandiri dan bertanggungjawab untuk siap mengabdi kepada masyarakatnya dan menjadi calon-calon pemimpin di masa datang.
  2. Memberi arah, bimbingan, pendampingan dan advokasi kepada generasi muda penyandang masalah sosial dalam rangka penghargaan usaha-usaha Kessos.
  3. Menumbuhkan potensi keberagaman bakat, keterampilan, kewirausahaan dan pengetahuan hingga penyelesaian masalah yang signifikan untuk mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dalam kerangka implementasi otonomi daerah dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
  4. Mendorong setiap warganya dan warga masyrakat pada umumnya untuk mampu menjalin toleransi dalam kehidupan kemasyarakatan dan menjadi perekat persatuan dalam perbedaan dan keberagaman yang tinggi.
  5. Membina kerjasama strategis dan saling menguntungkan dengan kalangan pemerintah,sektor swasta, organisasi sosial, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), para praktisi pengembangan masyarakat, cendikiawan, dam mitra kepemudaan lainnya, guna kemajuan dalam kemandirian dan independensi organisasinya dan cita-cita kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan gerakannya.

 BAB IV

SIFAT, STATUS, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Pasal 7

Karang Taruna Satya Mahardika adalah organisasi sosial kepemudaan yang berdiri sendiri dan bersifat lokal, serta merupakan salah satu pilar partisipasi masyarakat di bidang Kessos.

Pasal 8

Karang Taruna Satya Mahardika adalah organisasi yang statusnya diakui oleh pemerintah secara de jure melalui perundangan dan kebijakannya serta diakui secara de facto melalui keberadaan dan program-program aksinya.

Pasal 9

Karang Taruna Satya Mahardika memiliki tugas pokok untuk bersama-sama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya menanggulangi masalah-masalah Kessos secara preventif, pasca rehabilitatif maupun pendampingan dan pengembangan serta mengarahkan pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda dilingkungan Kelurahan Dauh Puri.

Pasal 10

Seiring dengan tugas pokok tersebut, Karang Taruna Satya Mahardika melaksanakan fungsi sebagai berikut;

  1. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan.
  2. menyelenggarakan usaha-usaha Kessos yang mendukung upaya peningkatan taraf kesejahteraan sosial masyarakat.
  3. Menyelenggarakan dan menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal untuk mendudung implementasi kebijakan otonomi daerah yang lebih terarah, terpadu, dan berkesinambungan.
  4. Membangun sistem jaringan komunikasi, informasi, dan kemitraan strategis, yang mendukung pelaksanaan aktivitas-aktivitas utama dengan berbagai sektor dan komponen masyarakat.

BAB V

KEANGGOTAAN

Pasal 11

  1. Keanggotaan Karang Taruna Satya Mahardika menganut sistem stelsel pasif, yaitu bahwa setiap generasi muda yang berusia 11 sampai dengan 45 tahun di wilayah Kelurahan Dauh Puri, yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan agama, suku, asal keturunan, jenis kelamin , kedudukan sosial ekonomi, dan pendirian politik, adalah anggota yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna Kelurahan Dauh Puri .
  2. Pengaturan lebih lanjut ketentuan dimaksud ayat 1 tersebut diatas, ditetapkan dalam Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri.

BAB VI

STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN

Pasal 12

Struktur organisasi Karang taruna Satya Mahardika bersifat koordinatif dan konsulatif mulai dari Tingkat Nasional, Provinsi, Kota, Kecamatan, dan Kelurahan dan sub unit sekeha teruna.

Pasal 13

Pengurus Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri adalah pelaksana tertinggi organisasi dalam lingkup wilayah Kelurahan Dauh Puri.

BAB VII

PEMBINA

Pasal 14

Karang Taruna Satya Mahardika memiliki Pembina Utama, Pembina Wilayah, Pembina Teknis Utama, dan Pembina Teknis.

Pasal 15

Presiden Republik Indonesia adalah Pembina Utama Karang taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri.

Pasal 16

Kepala Kelurahan Dauh Puri adalah Pembina Wilayah Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri

Pasal 17

  1. Pembina Teknis Utama Karang Taruna Satya Mahardika adalah instansi social yang memiliki kaitan secara fungsional dalam mengarahkan keterpaduan dan sasaran dari visi dan misi Karang Taruna Satya Mahardika.
  2. Pembina Teknis Utama Karang Taruna Satya Mahardika terdiri dari:
  1. Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Sosial
  2. Camat Denpasar Barat.

Pasal 18

Pembina Teknis Karang Taruna Satya Mahardika adalah

  1. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.
  2. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar.
  3. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Denpasar.
  4. Kepala kantor Agama Kota Denpasar.

BAB VIII

MAJELIS PERTIMBANGAN KARANG TARUNA (MPKT)

Pasal 19

  1. Karang Taruna Satya Mahardika membentuk MPKT Indonesia yang tidak memiliki hubungan struktural dengan organisasinya tetapi ;
    1. Menampung aspirasi para alumni aktivis Karang Taruna Satya Mahardika yang sudah tidak memiliki hak untuk menjadi pengurus/anggota karena persyaratan usia;
    2. Menjadi Lembaga konsultasi bagi Karang Taruna Satya Mahardika dalam menyelenggarakan aktivitas organisasinya;
    3. Membangun dan memberikan akses (kemudahan) bagi Karang Taruna satya Mahardika dalam mengembangkan aktivitas program dan tatanan kelembagaan;
    4. Memberikan dukungan material dan moril bagi Karang Taruna Satya Mahardika.
    5. MPKT Karang Taruna Satya Mahardika dipimpin oleh Seorang ketua merangkap anggota, beberapa orang wakil ketua (sesuai kebutuhan) merangkap anggota, seorang Sekretaris dan beberapa orang Wakil sekretaris (sesuai kebutuhan) merangkap sebagai anggota, dan para anggota yang jumlahnya terbatas pada jumlah alumni aktivitas Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri.

Pasal 20

  1. Karang Taruna Satya Mahardika dapat membentuk badan otonom sesuai kebutuhan pengembangan organisasi dan program-programnya;
  2. Badan Otonom dimaksud merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kelembagaaan Karang Taruna Satya Mahardika dan pembentukannnya harus melalui mekanisme pengambilan keputusan dalam forum tertinggi organisasi.

BAB IX

BENTUK-BENTUK FORUM PERTEMUAN

Pasal 21

  1. Bentuk-bentuk forum pertemuan dalam Karang Taruna Satya Mahardika terdiri dari;
    a. Rapat Pengurus Pleno.

b. Temu Ilmiah

  1. Ketentuan dan penjelasan mengenai bentuk-bentuk forum pertemuan tersebut diatas selanjutnya diatur dalam PRT Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri.

BAB X

KORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 22

  1. Forum-forum pertemuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 diatas, akan sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah peserta (pengurus).
  2. Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat dan apabila hal itu ternyata tidak memungkinkan dicapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
  3. Khusus untuk prubahan PD/PRT Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri:
    1. Sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah pengurus harus hadir.
    2. Keputusan adalah sah apabila diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah pengurus yang hadir.

BAB XI

KEKAYAAN ORGANISASI

Pasal 23

  1. Kekayaan Karang Taruna satya Mahardika diperoleh dari :
    1. Iuran anggota aktif dan pengurus.
    2. Subsidi dari pemerintah berdasarkan pos-pos anggaran yang dialokasikan untuk kepentingan program Kessos dan pembinaan kepemudaan.
    3. Usaha-usaha dan sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat.
    4. Besarnya iuran anggota aktif dan pengurus selanjutnya ditentukan dalam ketentuan tersendiri dalam bentuk prosedur administrasi.

BAB XII

IDENTITAS ORGANISASI

Pasal 24

  1. Karang Taruna Satya Mahardika memiliki lambang / atribut, bendera dan panji yang ditetapkan oleh Temu Karya Nasional.
  2. Karang Taruna Satya Mahardika memiliki lagu mars.
  3. Ketentuan dan penjelasan mengenai lambang / atribut, bendera, panji dan lagu mars selanjutnya diatur dalam PRT Karang Taruna Satya Mahardika.

BAB XIII

PERUBAHAN PEDOMAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 25

Perubahan PD/PRT Karang Taruna Satya Mahardika hanya dapat dilakukan oleh berdasarkan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah pengurus yang hadir.

Pasal 26

  1. Pembubaran Karang Taruna Satya Mahardika hanya dapat dilakukan dalam suatu forum yang khusus diadakan untuk hal tersebut dengan ketentuan forum sebagaimana dimaksud pada Pasal 22 ayat 3.
  2. Apabila Karang Taruna Satya Mahardika dibubarkan, forum yang khusus diadakan untuk hal tersebut akan membentuk suatu kepanitiaan yang beranggotakan sebanyak-banyaknya 11 (sebelas) orang untuk mengurus dan mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pembubaran dimaksud.

 

BAB XIV

ATURAN DAN PERALIHAN

Pasal 27

Peraturan-peraturan dan/atau badan-badan yang ada tetap berlaku selama belum diadakan perubahan dan keberadaannya tidak bertentangan dengan PD Karang Taruna Satya Mahardika.

BAB XV

PENUTUP

Pasal 28

  1. Hal –hal yang belum diatur dalam PD Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri ini akan ditentukan kemudian dalam PRT Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri serta peraturan-peraturan lain yang tidak bertentangan dengan PD Karang Taruna Satya Mahardika.
  2. PD karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga kemudian adanya kesepakatan terhadap perubahannya atau adanya ketentuan tentang pembubaran Karang Taruna Satya Mahardika Kelurahan Dauh Puri.

DITETAPKAN DI DENPASAR

PENGURUS KARANG TARUNA SATYA MAHARDIKA KELURAHAN DAUH PURI

Ketua                                                              Sekretaris

            I Dewa Gede Perdana Santika, SE, MM              Putu Arik Trisnadewi

Mengetahui

Kepala Kelurahan Dauh Puri

Gusti Ayu Made Suryani, SE

NIP. 19681101 199203 2 013

About satya mahardika

blog untuk karang taruna satya mahardika
This entry was posted in karang taruna. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s